Archive for November 2014

Negara Sebagai Organisasi Kesusilaan

Negara merupakan penjelmaan dari keseluruhan individu. Menurut Friedrich Hegel : Negara adalah suatu organisasi kesusilaan yang timbul sebagai sintesa antara kemerdekaan universal dengan kemerdekaan individu. Negara adalah organisme dimana setiap individu menjelmakan dirinya, karena merupakan penjelmaan seluruh individu maka negara memiliki kekuasaan tertinggi sehingga tidak ada kekuasaan lain yang lebih tinggi dari negara. Berdasarkan pemikirannya, Hegel tidak menyetujui adanya : Pemisahan kekuasaan karena pemisahan kekuasaan akan menyebabkan lenyapnya negara. Pemilihan umum karena negara bukan merupakan penjelmaan kehendak mayoritas rakyat secara perseorangan melainkan kehendak kesusilaan. Dengan memperhatikan pendapat Hegel tersebut, maka ditinjau dari organisasi kesusilaan, negara dipandang sebagai organisasi yang berhak mengatur tata tertib dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, sementara manusia sebagai penghuninya tidak dapat berbuat semaunya sendiri.
Tag :

Unsur Negara

Unsur-unsur Negara
1. Penduduk
Penduduk adalah warga negara yang memiliki tempat tinggal & juga memiliki kesepakatan diri u/ bersatu. Warga negara adalah pribumi atau penduduk asli Indonesia dan penduduk negara lain yang sedang berada di Indonesia untuk tujuan tertentu.
2. Wilayah
Wilayah merupakan daerah tertentu yang dikuasai/menjadi teritorial dari sebuah kedaulatan. Wilayah merupakan salah satu unsur pembentuk negara yang paling utama. Wilaya terdiri dari darat, laut*, dan udara. Unsur-unsur Negara
3. Pemerintah
Pemerintah merupakan unsur yang memegang kekuasaan untuk menjalankan roda pemerintahan.
4. Kedaulatan
Kedaulatan adalah kekuasaan tertinggi yang untuk membuat undang-undang dan melaksanakannya dengan semua cara.

Kehadirannya di setiap mimpikoe Adalah sebagai penyemangat hidoepkoe Saat dia disini menemani koe dalam soenyi Akoe hanya bilang tidak apa-apa dan dia mengerti Beda ketika dia pergi Akoe bilang hal yang sama Disana moengkin dia taoe apa yang ada difikirankoe Rasa sakitmoe, kaoe hiraoekan Sampai tak koeat menompang badanmoe sendiri sempatnya kaoe memikirkan kami, anak-anakmoe Coekoeplah, waktoenya kaoe beristirahat sekarang Soenggoeh, engkaoe berikan akoe Kasih sayang yang coekoep Memboeatkoe terasa merindoe Saat kaoe tak disampingkoe Keinginan koe memoetar waktoe Akoe ingin melihat lagi Senyoem indah yang kaoe beri padakoe Seperti akoe tidak memilikki dosa Ingin kaoe hadir kembali Inginkoe panjatkan kata maaf Yang blm sempat teroecap Dan apa moengkin kaoe memaafkan koe?? Do’a koe kepada-Nya, terselip dalam lembaran kertas Toehan, berilah dia jalan loeroes moe Dan ampoeni dosa “Mamahkoe” Sayangilah seperti dia menyayangikoe Jagalah dia disana Seperti dia menjaga koe disini Terima kasih toehan
Kematian meroepakan seboeah kenyataan hidoep yang haroes dialami oleh setiap manoesia siapapoen dia. Menghadapi kenyataan ini sadar ataoe tidak, kita sering merasa takoet akan kenyataan akhir hidoep kita di doenia ini. Kematian laloe dipandang sebagai soeatoe kenyataan yang akan menghapoes segala keberadaan hidoep manoesia. Tidak heran kalaoe kemoedian ada begitoe banyak orang memoeja kehidoepan dan masa moeda yang penoeh vitalitas serta sedapat moengkin menghindar dari ketoeaan. Bayang-bayang kematian terasa sangat kelam dan menakoetkan. Benarkah demikian? Bagaimana kita semestinya menyikapi kenyataan yang oleh sebagian besar orang dianggap sebagai soeatoe ancaman bagi hidoepnya sendiri? Haroeskah kita joega jatoeh pada ketakoetan yang sama? Dalam paper ini, kami akan mengoeraikan beberapa gagasan tentang kematian itoe sendiri dari perspektif iman kristiani. Pandangan ini diharapkan bisa sedikit menepis rasa takoet ataoe paling koerang memboeka cakrawala iman yang pada gilirannya membawa kita oentoek secara proporsional memandang kematian itoe. OEntoek maksoed ini, maka sistematika pembahasan dalam papar ini akan dibagi sebagai berikoet. Pertama, kematian sebagai kodrat manoesia. Kedoea, kematian sebagai konsekoeensi dari dosa. Ketiga, kematian sebagai jalan peneboesan. Dan bagian yang keempat, kematian Yesoes dan bedanya dengan kematian kita. I. Kematian sebagai Kodrat Manoesia I.1. Apa itoe Kematian Manoesia? I.1.1. Pandangan oemoem Kematian adalah kenyataan paling penting dalam kehidoepan seseorang. Lewat kematian seseorang beralih dari keadaan fana doenia ini ke keadaan pasti di akhiratsebagai keselamatan ataoe kegagalan abadi. Dalam Kamoes OEmoem Bahasa Indonesia, WJS. Poerdarminta mendefenisikan, kematian (‘mati’) adalah tidak bernyawa lagi, tidak hidoep lagi ataoe meninggal doenia. Pemahanan ini menghoeboengkan kematian dengan kehidoepan. Sementara itoe dari soedoet pandang ilmoe kedokteran, kematian dipandang sebagai pemberhentian kehidoepan dalam organisme toemboeh-toemboehan, binatang ataoe manoesia. Kematian dipandang sebagai konsekoeensi logis dari kenyataan natoeral dari mahkloek bertoeboeh. Sebagai mahkloek biologis yang ada secara natoeral, setiap mahkloek termasoek manoesia memiliki hak oentoek hidoep dan hak oentoek mati. Karena itoe, tidak dapat disangkal bahwa manoesia yang terdiri dari toeboeh mortal dan jiwa imortal haroes mengalami kematian sebagai konsekoeensi logis persatoean kedoeanya.
Tag :

Popular Post

Diberdayakan oleh Blogger.

- Copyright © Sistem Ekonomi Indonesia -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -